Skip to content

Menghilangkan Penyakit Diri

5 Maret 2009

IMG_9600 Jumat yang lalu Civitas SMA Pintar muslim laki-laki  menjalankan kewajiban menjalankan shalat Jumat di Mushola Al-Amin SMA Pintar. Adika Saputra (Kelas XI IPA 3) pada salat Jumat saat itu menjadi Khatib yang menguraikan judul khutbah; Menghilangkan Penyakit Diri.

Sebagai manusia, kita yang berkumpul dalam masjid/mushola ini, tidak luput dari penyakit yang melanda umat manusia. Namun penghayatan kita berbeda-beda, ada yang menyadari bahwa dirinya dilanda penyakit, ada yang tidak tahu bahwa dirinya sakit, ada yang merasa sakit tapi senang dalam sakitnya itu, sengaja memelihara penyakit sekedar menyembunyikan diri dari tanggung jawab manusia sehat.

IMG_9602 Rasulullah saw, telah menggolongkan  penyakit rohani itu dalam delapan (8) jenis. Penyakit tersebut dapat melanda umat manusia, dapat menggangu ketenangan hidupnya dan bahkan dapat berakibat buruk bagi kelangsungan hidup hidup umat sebagai individu atau jamah. Kedelapan penyakit dinyatakan oleh Nabi Yaitu: Sikap Bimbang, dan Ragu, Bermuram Durja, Lemah Tiada Berdaya, Malas, Pengecut, Kikir, Terbeman dalam utang dan ibawah intimidasi orang lain.

1. Sikap Bimbang dan Ragu selalu mencekam dirinya, selalu merasa terancam bahaya padahal bahaya tersebut tidak ada. Ia selalu merasa cemas dan tidak berani berbuat karena takut kalau-kalau tidakannya akan merugikan atau membahayakan dirinya. Rasa bimbang dan ragu terus menghantui dirinya.

2. Bermuram Durja dan Duka Cita akibat terkena musinah yang beraneka ragam bentuknya atau menghadapi keselulitan hidup yang tidak dapat dihindari.Ia tidak mau melepaskan rasa sedihnya, tapi rasa sedih itu malah dipertotonkan kepada sesama hidupnya untuk menarik perhatian dan simpati orang lain.

3. Lemah tiada mempunyai gairah hidup, tiada berinisiatif atau kreatif, tidak mampu menembus hambatan sekecil apapun.

4. Malas Sesinonim dengan penyakit lemah, yang menunjukan sikap lesu dan tidak berkemauan..

5. Sikap pengecut berarti tidak berani mengambil tindakan karena takut resikonya.

6. Kikir berarti menahan sesuatu yang berlebih bagi dirinya, yang seharusnya diberikan  kepada yang lebih perlu dirinya.

7. Lilitan utang akibat kehidupan yang tak seimbang, leher terjerat utang dalam memenuhi keperluan konsumtif.

8. Paksaan atau intimidasi manusia, baik yang terang-terangan atau pun tersembunyi. Dirinya dikuasai yang lain, tiada tergerak hatinya untuk menunjukan hasrat dan minat dirinya.

Semoga Allah SWT melepaskan dan menjaga  kita dari penyakit diri. Amin.

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: