Skip to content

TAMAN RANG KAMPUANG Oleh: Mardianto Manan

11 November 2009

mardianto manan wwwronaldorozalinocom Sibuknya pekerjaan masing-masing, serta monotonnya pekerjaan yang dihadapi sehari-hari, akan dapat menimbulkan stress alias gilo (Gila). Saat inilah dibutuhkan penyegaran (refreshing) di rumah masing-masing. Salah satu usaha mengatasi masalah ini adalah membuat taman–taman rumah, baik dalam bentuk komunitas besar maupun dalam bentuk taman kecil didepan, samping ataupun di belakang rumah kita, namun kalaupun lahan pas-pasan dapat dibuat di sekitar perumahan masing-masing. Karena dengan adanya taman ini akan dapat dinikmati oleh semua warga, apalagi yang ekonominya pas-pasan. Karena untuk melakukan rekreasi ke luar kota, jelas membutuhkan dana yang tidak kecil. Maka taman lingkungan adalah solusinya. Taman rumah kita atau taman kota juga memberikan andil dalam pemeliharaan lingkungan hidup, penyengaran lingkungan, yang teramat penting adalah yang memproduksi oksigen untuk kebutuhan pernafasan manusia didunia ini.

Kota Pekanbaru dalam hal penyediaan taman-taman ini, masih sangat kurang, sehingga perlu diakomodir pengadaannya pada tingkat perumahan pemukiman, belum ada satupun taman-taman kota yang berada di kota ini, yang refresentatif dan dapat diandalkan. Lokasi yang tidak sepantasnya melakukan aktivitas kesenangan, sering digunakan warga perumahan, seiring dengan ketidak pastian pengadaan taman-taman lingkungan yang disediakan oleh para developer perumahan, yang kadang kala, amat berbeda antara promosi perumahan dengan realita setelah kita huni, jarang sekali ada kontrol lembaga pengawasan akan hal ini, seakan dibiarkan apa adanya, biasa akan diurus apabila ada letupan dari masyarakat baru dipedulikan, sampai kapan kita akan menuntaskan masalah apabila timbul masalah ?, ini perlu pemikiran kita bersama.

Banyaknya kegiatan sehari-hari dan sibuknya pekerjaan masing-masing dan monoton, dapat menimbulkan stress pada diri manusia. Maka pada saat inilah dibutuhkan penyegaran (refreshing) di rumah masing-masing hakikinya, tapi bisa saja diluar rumah atau taman-taman kota atau lingkungan maisng-masing. Maka dari itu salah satu usaha mengatasi masalah ini adalah membuat taman – taman memenuhi kebutuhan akan kesenangan dan mengisi waktu-waktu senggang warga kota.

Sebenarnya konsep taman rumah tinggal ini, dalam konsep tradisonal perumahan melayu, sudah lama diberlakukan, bahkan hampir semua konsep Rumah Melayu di Bumi Lancang Kuning ini, membekali perumahan yang mereka bangun dengan pertamanan ini, yang dalam konsep Permukiman Melayu disebut pertanaman, bisa berbentuk kebun kecil di belakang rumah atau sering disebut dengan istilah palak, dan bisa juga tanaman obat dan hias disamping rumah, dan tanaman buah-buahan di depan rumah, bahkan kunik bolau jariangau untuk obat sakit perut barabuni-pun ada di samping rumah.

Sebenarnya inilah konsep pertamanan dalam pekarangan Perumahan Melayu yang perlu kita contoh, sehingga tanaman tidak sebatas dinikmati oleh indra mata, atau indra hidung saja. Tetapi dalam konsep petanaman Melayu, dikonsep sedemikian rupa, alias dapat dinikmati oleh seluruh indra kita, mata yang indah melihat buah garabinti disamping rumah, hidung mencium harumnya aroma macang atau kuini di belakang rumah, lidah menikmati sedapnya buah cupak di belakang rumah, indra kulit dapat menikmati sejuknya duduk dibawah batang tampui di depan rumah.

Di kampung, akan sangat memalukan jikalau rumah berdiri, tanpa dilengkapi dengan pohon tanaman di depan rumah datuknya, disaat seperti Lebaran Syawal ini, jika tidak memiliki pohon berbuah di seputar halaman rumah kakek, ataupun tubannya (bapaknya kakek) di kampuang halaman. Maka para cucu akan malas berkunjung ke rumah kakek, kalau tidak ada faktor penarik, buah-buahan dihalaman rumah sang kakek tersebut, sebaliknya kakekpun akan salah tingkah sama cucu mengundang untuk hadir ke rumah beliau, hampir tak ada kebanggaan sang kakek disaat lebaran tiba, jika pohon yang ditanam tidak bermusim dikala lebaran ini, dan akan memalukan lagi jika tak ada pohon berbuah sama sekali yang ditanam kakek selama ini, sangat malu sekali, bagaimana dengan kemaluan… eh salah maksudnya malunya kita masa kini?

Mardianto Manan Calon Bupati Kuansing

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: