Skip to content

Download Hasil Diskusi Seni Musik Barok 1600 – 1760 di SMAN Pintar Kuansing

1 Februari 2010

Download Hasil Diskusi Seni Musik Barok di SMAN Pintar Kuansing

Download Hasil Diskusi Seni Musik Barok di SMAN Pintar Kuansing 2

Download Hasil Diskusi Seni Musik Barok di SMAN Pintar Kuansing 3

Download Hasil Diskusi Seni Musik Barok di SMAN Pintar Kuansing 5

Download Hasil Diskusi Seni Musik Barok di SMAN Pintar Kuansing 6

Suasana Diskusi kelas XII IPA 1 di SMAN Pintar Kuansing Dengan Media Pembelajaran Laptop dan Infokus yang terkoneksi Langsung dengan Hotspot Internet Pemda Kuansing.

Kelas XII IPA1 di SMAN Pintar Kuansing dalam pembelajaran Seni Budaya mengadakan Pembelajaran dengan metode diskusi mengenai Seni Musik Barok di SMAN Pintar Kuansing.

Berikut Kesimpulan Hasil Diskusi kelompok Seni Musik Barok Kelas XII IPA 1 yang beranggotakan:

Dwi Marita Pebriawati (PENYAJI )

Febi Gusrianto (MODERATOR)

Rini Aptriani (NOTULIS )

Eko Syamsudin (LABOR IT)

Indra Gunawan (LABOR IT)

Juwita Ningsih (LABOR IT)

Guru Bidang Studi Seni Budaya SMAN Pintar Kuansing :

Ronaldo Rozalino S.Sn

Jika ada satu era dalam peradaban barat dimana detail, ornamen, serta virtuositas adalah gagasan utamanya; maka era tersebut tidak diragukan lagi adalah era Barok. Dengan rentang waktu sekitar satu setengah abad, dari tahun 1600 – 1760, daya cipta manusia seolah dipacu hingga batas tertingginya dalam menghasilkan karya – karya yang brilian.

Barok, secara etimologis, berarti “berlian dengan bentuk yang tidak biasa”. Istilah yang dilabelkan pada era ini diperkenalkan pada tahun 1919 oleh Curt Sachs, seorang musikologis berkebangsaan Jerman. Penggunaan istilah ini mengacu kepada keadaan sosiokultural pada masa itu. Setelah era pencerahan Renaisans, eksplorasi kebudayaan seolah terus mencari bentuk kesempurnaannya, hingga melahirkan karakteristik yang bizarre dalam segala bidang kebudayaannya.

Detail yang luar biasa, ornamen – ornamen penghias, emosi yang menggelora, serta tuntutan kemampuan yang tinggi dalam menghasilkan karya menjadi ciri utama era ini. Hal ini dapat kita lihat langsung dari lukisan – lukisan, karya arsitektur, pakaian – pakaian, seni patung, hingga – tidak terkecuali – musik. Kecintaan akan kekayaan nada, keindahan, serta emosi; bercampur dengan logika serta hitungan matematis menghasilkan sebuah musik dengan kompleksitas tinggi dan tuntutan kapabilitas seorang virtuoso.

Kesimpulan

Musik Barok (1600-1760) merupakan jenis musik yang berkembang pada zaman Barok, tepatnya setelah zaman renaisans dan sebelum zaman klasik. Detail yang luar biasa, ornamen – ornamen penghias, emosi yang menggelora, serta tuntutan kemampuan yang tinggi dalam menghasilkan karya menjadi ciri utama zaman ini. Selain itu pada zaman ini lahirlah komposer-komposer yang menghasilkan karya yang luar biasa serta pembakuan tentang teori musik yang ada. Pada akhirnya musik barok mengalami kemunduran dan diikuti dengan berkembangnya musik klasik.Untuk Download Klik disini.

Download Hasil Diskusi Seni Musik Barok 1600 – 1760 di SMAN Pintar Kuansing

dalam format data PDF.

downloadnow_on

Semoga Bermnfaat !!!

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: