Skip to content

Seniman Bekerja Dengan Hati, Pekerja Seni Dengan Apa???

6 Februari 2010

Seniman adalah istilah subyektif yang merujuk kepada seseorang yang kreatif, atau inovatif, atau mahir dalam bidang seni. Penggunaan yang paling kerap adalah untuk menyebut orang-orang yang menciptakan karya seni, seperti lukisan, patung,seni peran, seni tari, sastra, film dan musik. Seniman menggunakan imajinasi dan bakatnya untuk menciptakan karya dengan nilai estetik. Ahli sejarah seni dan kritikus seni mendefinisikan seniman sebagai seseorang yang menghasilkan seni dalam batas-batas yang diakui.

segala sesuatu akan memiliki seni apabila bisa dinikmati oleh orang yang menghasilkan karya seni tersbut, tak perduli apakah oran lain akan menikmati atau terhibur dengan karya seni nya. yang paling utama adalah orang yang mengerjakannya harus bisa merasa nikmat, merasa puas, hasilnya dapat.

tetapi disaat ini banyak orang yang hanya menghasilkan sebuah karya seni, hanya untuk mencari ketenaran dan materi menjadi tujuan utama mereka, dan mereka menyebut diri mereka sebagai seorang seniman. kalau menurut saya mereka ini bukan seniman tetapi baru menjadi seorang pekerja seni. karena bagi saya seorang pekerja seni hanya mencari ketenaran dan mengejar materi yang sangat menjanjikan. yang mereka nikmati bukan hasil karya kerja mereka. yang mereka (pekerja seni) nikmati justru hasilnya yaitu materi dan ketenaran.

Bahkan banyak diantara pekerja seni yang mengaku seniman, sering bersikap eksentrik. seniman kebanyakan memang eksentrik karena memang itu yang mereka nikmati, mereka menikmati diri sendiri. sehingga kalau ingin tahu mana yang dikatakan seni, mereka itulah seni. seniman memang banyak yang eksentrik, tetapi yang eksentrik belum tentu seniman.
bukan karena bersikap eksentrik datang kesebuah kawasan pelacuran sehingga disebut presiden pelacur, maka dia bisa disebut seniman. seniman eksentrik bukan untuk mencari ketenaran dan dipublikasikan kepada khalayak ramai, kalaupun terpublikasikan itu bukan kehendak mereka. tetapi eksentrik itu hasil dari bagaimana mereka menikmati hidup mereka. oleh karena itu seni itu bisa dikatakan diri mereka sendiri. (Sumber: Jalan Panjang Anak Watan)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: