Skip to content

KEBERADAAN SUNGAI RUTOPANG DI DESA WISATA KOTO SENTAJO KABUPATEN KUANSING

22 Februari 2010

Sungai Rutopang di Desa Wisata Koto Sentajo.Sebuah sungai kecil yang membelah 2 Desa di kenegerian Sentajo yaitu Koto Sentajo dan Kampung Baru Sentajo, dimana sungai ini panjangnya ± 4,00 KM, labar 1.5 s/d 4 M, dan kedalam normal 30 Cm s/d 100 Cm. Aliran sungai ini dimulai dari kawasan Hutan Sentajo tidak jauh dari hutan lindung, dan mengalir kesebuah danau yang selanjutnya bermuara ke Sungai Kuantan yang berada pinggiran desa Koto Sentajo, masayarakat setempat menyebut sungai ini dengan nama baru topang yang sehari-hari disebut juga dengan Rutopang. Aliran sungai Rutopang sunsang atau berlawanan dengan Sungai Kuantan, konon kabarnya karena aliran sunsang itulah sebagian masyarakat setempat mengatakan apabila orang luar pernah mandi di sungai itu maka orang tersebut katanya suatu saat akan merindukan tempat itu lagi.

Sungai Rutopang ini tentu sulit dilupakan bagi sebagian masyarakat terutama masyarakat di desa Koto Sentajo, sebab dahulunya sungai ini berfungsi sebagai tempat mandi, mencuci, dan kakus (MCK). Dibeberapa tempat disungai ini baik Pagi, Siang dan Sore hari selalu dikunjungi, sebab dulu sumur di desa ini terutama didusun gonting – Koto Sentajo ada tapi tidak banyak seperti sekarang yang hampir tiap rumah, sungguhpun ada sumur orang lebih memilih mandi dan cuci di sungai ini. Pagi hari sebelum jam berangkat sekolah, anak-anak dengan kain sarung masih terselubung berangkat dari rumah menujuh sungai ini, setelah sampai disungai biasanya mengambil pucuk daun bambu, dimana pucuk daun bambu ini digunakan untuk menggosok gigi, begitulah hari-harinya sebagian masyarakat setempat disekitaran sungai Rutopang setiap saatnya.

Kalau mau mandi pagi hari usahakan jangan sampai terlambat, sebab orang yang mandi dihulu sungai ini, ma’af! biasanya buang air besar (BAB) dulu, sehingga yang di hilir akan kena imbasnya, serpihan-serpihan kecil mengalir bersama air ke hilir sungai. Sungguhpun demikian adanya sudah menjadi hal biasa bagi yang selalu memakai jasa sungai ini dan selalu dimaklumi. Sebenarnya bagi masyarakat dusun Gonting Desa Koto sentajo disamping sungai rutopang, juga ada danau dan sungai Kuantan (Lokasi Kuantan putui Danau roboh sekarang) sebagai tempat mandi, cuci dan sebagainya, namun masyarakat tempatan lebih memilih mandi ke sungai Rutopang.

Tempat-tempat mandi, mencuci dan buang hajad (BAB) di sungai rutopang di sebut dengan Topian, dimana topian laki-laki dan perempuan tidak sama, jarak topian laki-laki dan perempuan tidak menentu, penetapan topian laki-laki dan perempuan merupakan warisan dari yang nenek moyang masyarakat setempat. Dominasi pinggiran sungai yang ditutupi pepohonan nan hijau, aliran sungai nan berliku dan sesekali diiringi suara kicauan burung membuat keindahan dan kenyamanan selalu menghiasi pada sungai Rutopang tersebut.
Disamping itu sungai Rutopang selain berfungsi sebagai MCK, sungai ini juga menyimpan berbagai jenis ikan yang bisa di tangkap kapanpun untuk memenuhi kebutuhan lauk pauk sehari-hari, dimana ikan tersebut bisa ditangkap dengan Kail/Pancing atau menimba ketika air surut biasanya saat musim kemarau, menimba ini dilakukan lokasi-lokasi tertentu yang telah diprediksi, biasanya pada aliran sungai yang dalam, dimana lokasi yang akan di timba tersebut dikelilingi dengan timbunan tanah dengan membentuk setengah lingkaran kepinggiran sungai, kemudian air yang ada pada dalam lingkaran tadi di timba sampai kering sehingga ikan-ikan dengan mudah dapat ditangkap. Sungai Rutopang biasanya dalam setahun selalu dikunjungi banjir, dimana dari banjirlah biasanya ikan di sungai ini akan bertambah dan pasca banjir pulalah waktu pencarian ikan di sungai ini makin ramai.

Seiring berjalannya waktu keberadaan sungai rutopang semakin terlupakan, walaupun masih ada namun tidak seperti dahulunya, ini dikarenakan aktfitas mandi, cuci, dan kakus berpindah ke rumah masing-masing, ikan pun sudah sangat susah mencarinya di sungai ini. Berbagai keindahan dan pontensi sungai ini dahulunya telah memberikan berbagai kenangan bagi sebagian orang yang merasakan betapa besarnya manfaat sungai Rutopang di masa lalu.

Sekarang keramaiaan pada sungai ini tidak seperti masa lalu lagi. Walaupun desa tempat barnaungnya sungai ini yaitu desa Koto sentajo beberapa tahun lalu telah ditetapkan sebagai Desa Wisata, maka untuk mendukung Desa Koto Sentajo sebagai desa Wisata mungkin perlu sungai ini di gali kembali potensinya, sehingga kebaradaannya semakin memberikan warna buat wisata Kuantan Singingi. Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi terus memberikan perhatian terhadap desa wisata yang di sandang Koto Sentajo, dengan membangun berbagai fasilitas sarana prasaran salah satunya pada lokasi Kuantan Putui Danau Roboh (KPDR), dimana pada tahun 2009 lalu KPDR telah dimanfaatkan untuk mandi balimau dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan.

Desa Koto sentajo sebagai desa wisata karena peninggalan sejarah atau adat nenek moyang berupa rumah adat dengan bangunan asli dengan motif khusus, dibelakang desa ini masih terdapat hutan asli yaitu hutan lindung dengan luas ± 5000 ha (web site Pemda Kuansing). Agar Desa Wisata yang dicanangkan selalu tetap eksis maka perlu lokasi pendukung lain agar desa ini selalu dikunjungi, di samping rumah adat, hutan lindung dan Kuantan Putui Danau Roboh yang sedang di kelola Pemda Kuansing. Tidak tertutup kemungkinan sungai Rutopang sebagai pendukung berikutnya untuk dapat dikelola oleh masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi, dari sejarah sungai ini mempunyai peranan penting bagi mayarakat desa Koto Sentajo.

Catatan :
Kira-kira mungkinkah diadakan acara mandi bersama atau reuni Disungai Rutophang? (Terutama bagi Pengguna Sungai ini dimasa lalu).
Dari sejarah masa lalu yang ada di sungai ini, mungkinkah akan menjadi salah satu Pendukung desa wisata Koto Sentajo?
Terima kasih Bagi Pembaca yang memberikan saran dan koreksinya.
Oleh: Catatan Nafriandi Rhutophang

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: