Skip to content

Kecamatan Hulu Kuantan Kab.Kuansing Mulai Panen Raya Padi

3 Maret 2010

Kecamatan Hulu Kuantan Kab.Kuansing Mulai Panen Raya Padi.Memasuki awal-awal pekan pertama bulan Maret 2010 ini, sejumlah kecamatan di Kuansing mulai melaksanakan panen raya padi. Bahkan, Kecamatan Hulu Kuantan terbilang kecamatan yang paling dulu melakukan panen raya padi.

Ini dibeberkan Kepala Dinas Tanaman Pangan Kuansing Ir H Hardison MP didampingi Kasi Program Dinas Tanaman Pangan Deflides Gusni SP, dengan beberapa staf, kepala dinas cabang dan anggota Kelompok Tani Pelita Jaya Desa Sungai Pinang Kecamatan Hulu Kuantan, Selasa (2/3) di sela-sela panen raya padi.
Hardison sendiri bersama para petani sempat secara langsung turun ke areal persawahan padi untuk melakukan panen raya padi. Dikatakan Hardison, untuk Desa Sungai Pinang rencananya panen raya dilakukan, Senin (1/3), tetapi tertunda satu hari. Namun sesuai dengan jadwal, panen raya tanaman padi di Kecamatan Hulu Kuantan sesuai dengan jadwal yakni jatuh pada pekan pertama Maret 2010.

Lahan persawahan padi yang tengah dilakukan panen milik Kelompok Tani Pelita Jaya Desa Sungai Pinang seluas 25 haktare. Sementara untuk di Sungai Pinang sendiri terdapat lahan persawahan tanaman padi yang siap penan seluas 125 hektare dengan empat kelompok tani.
Sementara lahan persawahan tanaman padi di Kecamatan Hulu Kuantan yang siap penan seluas 345 hektare. Angka tersebut penambahan dari areal persawahan di Desa Tanjung, Sungai Ala, Desa Sungai Kelelawar. Selain Kecamatan Hulu Kuantan, Kecamatan Inuman dalam pekan pertama ini juga akan melaksanakan panen raya. Kecamatan Gunung Toar pekan ke III Maret 2010.

Selanjutnya, Kecamatan Kuantan Mudik pekan ke III Maret 2010, Kecamatan Kuantan Tengah pekan I April 2010, Kecamatan Benai pekan ke II April 2010, Kecamatan Pangean pekan ke III April 2010, Kecamatan Kuantan Hilir pekan ke I April 2010, Kecamatan Logas Tanah Darat pekan ke II April 2010 dan Kecamatan Cerenti di jadwalkan panen raya pekan ke III April 2010. ‘’Jadi pelaksanaan panen raya diperkirakan tuntas akhir April 2010 ini bila tidak ada aral melintang,’’ ujarnya.

Bila ini terwujud, Dinas Tanaman Pangan Kuansing menjadwalkan rencana tanam kedua Mei atau Juni 2010 mendatang. Itu artinya, kalau mulai tahun ini sudah bisa dilakukan dua kali tanam padi yang selama ini baru bisa dilakukan satu kali tanam pertahunnya.
Ini dimaksudkan untuk memenuhi keperluan pangan masyarakat atau keperluan beras Kuansing yang masih kekurangan. Keperluan beras Kuansing pertahunnya mencapai 36.583 ton per tahun.

Sementara produksi padi per ton Gabah Kering Panen (GKP) baru mencapai 44.008 ton per tahun 2008, dan 48.252 ton pada 2009. Namun ini baru menghasilkan beras sebesar 25.032 ton pada 2008 dan 26.232 ton pada 2009 lalu atau masih ketergantungan beras dari luar sebanyak 11.551 ton pada 2008 dan 10.351 ton pada 2009.
Dalam pengembangan sektor persawahan tanaman padi ini, Dinas Tanaman Pangan membantu benih padi jenis PB42 di tambah pupuk dengan pola tanam Legawa (setiap empat baris dijarangkan). Dengan begitu masa pertumbuhan akan lebih cepat, karena sinar matahari masuk ke sela-sela tanaman padi. Berbeda dengan sistem tanaman sebelumnya yang masih rapat.

Ini juga diakui Ketua Kelopok Tani Pelita Jaya Desa Sungai Pinang Yasari Setia di dampingi Sekretaris Kelompok Sudirman secara terpisah ditemui Riau Pos di lokasi panen raya. Menurutnya, dengan pola tanam yang dilakukan Dinas Tanaman Pangan sekarang dirasakan pertumbuhan tamanan padi lebih cepat. Bahkan mereka memprediksikan produktivitasnya akan jauh mengalami peningkatan di tahun sebelumnya.
Pemerintah juga telah membantu bibit padi, pupuk jenis urea, organic dan organik cair pada kelompok tani ditambah bimbingan di lapangan. Meski begitu, ia berharap ini masih terus dilakukan pemerintah kepada petani. Sehingga hasil tanaman padi yang di raih maksimal. Untuk mengetahui produktivitas tanaman padi per hektare akan dilakukan pengujian yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Kuansing.

Menurut staf BPS Kuansing Andri yang juga berada di lapangan, pihaknya akan mengambil ambin (sample-red) produktivitas tanaman padi di Kuansing sebanyak 283 plot se Kuansing. Hasil ini baru akan diraih berapa produktivitas tanaman padi Kuansing saat ini per hektarnya.
Dari hasil pengujian sample di lahan Kelompok Tani Pelita Jaya Desa Sungai Pinang Kecamatan Hulu Kuantan sementara, Gabah Kering Panen (GKP) 5.175 per plot dan Gabah Kering Giling (GKG) 4.451 kilogram. Bila semuanya rata-rata sebesar tersebut, maka angka produktivitas tanaman padi Kuansing 7.1 ton per hektarenya. ‘’Tapi ini belum final, karena masih banyak yang perlu diambil. Ini dikeluarkan BPS Provinsi Riau, bukan kami,’’ ujarnya. Laporan DESRIANDI CANDRA, Hulu Kuantan desriandicandra@riaupos.com Sumber:Riaupos.com

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: