Skip to content

150 Ribu CPNS Diterima Tahun 2010

15 Maret 2010

top_logo

Berdasrkan sumber Riaupos.com.KEMENTRIAN Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PAN-RB) memperkirakan calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang direkrut tahun ini lebih dari 150 ribu orang. Jumlah itu terus bertambah dengan peserta CPNS yang belum diterima pada tes sebelumnya dan tenaga honorer yang tersisa.

“Tahun ini, ada sekitar 150 ribu PNS yang pensiun. Berarti, PNS yang dibutuhkan tahun ini paling tidak berjumlah itu,” kata Deputi Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian PAN-RB Ramli Naibaho di Jakarta kemarin.

Menurut Ramli, jumlah itu sangat mungkin bertambah. Formasi CPNS nanti ditambah dengan jumlah calon abdi negara yang belum terekrut tahun lalu. Tenaga honorer yang memenuhi syarat berdasar Peraturan Pemerintah (PP) No 48/2005 juga dimasukkan dalam jumlah CPNS yang hendak direkrut. “Ini honorer tersisa lho. Bukan honorer baru. Honorer baru kan sudah tidak boleh lagi,” imbuh Ramli.

Untuk memastikan jumlah definitif, Kemen PAN-RB bulan ini mengevaluasi kebutuhan PNS. Bahkan, pihaknya menurunkan tim verifikasi tenaga honorer ke daerah-daerah untuk memastikan berapa jumlah yang tersisa. “Paling tidak, hasil verifikasi bisa didapat pada Juli,” katanya.

Ramli memastikan seleksi CPNS tahun ini akan lebih kredibel. Pihaknya menggandeng Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) agar melibatkan sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN) dalam pembuatan soal dan pengolahan hasil tes. “PTN yang dilibatkan harus kredibel. Bukan PTN sembarangan,” katanya.

Selain itu, sambungnya, seleksi CPNS tahun ini juga disesuaikan dengan prioritas pembangunan daerah. Pada daerah-daerah prioritas pertanian, misalnya, PNS yang direkrut adalah mereka yang berlatar belakang pertanian dan agrobisnis. Hal yang sama berlaku untuk daerah pariwisata. Mereka yang direkrut adalah yang berkompetensi di bidang pariwisata.
Badan Kepegawaian Negara (BKN), kata Ramli, sudah mengirim surat ke daerah-daerah untuk menyampaikan prioritas pembangunan daerahnya. “Kami lihat juga, misalnya di daerah yang banyak terdapat usia produktif. Berarti petugas penyuluh KB (Keluarga Berencana, red) harus diperbanyak,” katanya.

Namun, dia belum bisa memastikan jumlah definitif kebutuhan PNS 2010. Menurut dia, jumlah pasti menunggu anggaran yang dijatah Kementerian Keuangan. Sebab, jumlah PNS yang direkrut disesuaikan dengan kemampuan negara menggaji mereka. Jumlah definitif itu, paling tidak dirilis Agustus.

“Kami masih belum mendapatkan jatah anggaran. Jadi, belum bisa dipastikan,” katanya.
Harus Realistis
Pemerintah daerah diminta untuk memasukkan usulan kebutuhan formasi yang riil dan masuk akal sesuai kebutuhan perangkat daerah. Pasalnya, pengalaman tahun-tahun sebelumnya, daerah mengajukan usulan ribuan sampai ratusan ribu CPNS.

“Biasanya daerah memasukkan usulan berlebih-lebih. Bayangkan saja ada yang memasukkan usulan sampai ratusan ribu. Tiap tahun mereka rajin mengajukan usulan,” kata Ramli Naibaho.
Dalam penentuan usulan formasi, lanjutnya, pusat tidak akan meloloskan semuanya. Misalnya daerah A mengajukan usulan 500, paling tinggi 200 yang disetujui. Kecuali untuk daerah pemekaran, pusat masih akan mempertimbangkannya.

“Tidak mungkin semua usulan yang diajukan daerah akan disetujui. Saya sendiri tidak habis mengerti, tiap tahun pengajuan daerah sangat banyak,” ujarnya.
Dalam penentuan formasi, pemerintah melakukan analisis kebutuhan. Dilihat dari batas usia pensiun (BUP), berapa PNS yang dimutasi, berapa kebutuhan contohnya guru di daerah yang ada pembangunan sekolah baru, berapa PNS yang meninggal, berapa kebutuhan daerah pemekaran atau otonom baru.

“Daerah induk juga akan dilihat berapa jumlah PNS yang dimutasi ke daerah pemekaran sehingga perlu diisi,” ujarnya.

Dia mengimbau untuk pengajuan kebutuhan formasi, daerah harus memperhitungkan jumlah penduduk, letak geografis, dan kemampuan APBD.
“Rata-rata daerah APBD-nya banyak digunakan untuk belanja pegawai. Harusnya rasio antara belanja pegawai dan pembangunan masyarakat berbanding terbalik. Yaitu 40 banding 60, bukannya 80 banding 20,” pungkasnya

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: