Skip to content

Suasana Ujian Nasional 2010 di SMAN 1 Teluk Kuantan Kab.Kuansing

28 Maret 2010

Ujian Nasional SMASLTASMK 2010 Telah Berlalu

Ujian Nasional SMASLTASMK 2010 Telah Berlalu 2

Ujian Nasional SMASLTASMK 2010 Telah Berlalu 3

Ujian Nasional SMASLTASMK 2010 Telah Berlalu 4

Ujian Nasional SMASLTASMK 2010 Telah Berlalu 5

Ujian Nasional SMASLTASMK 2010 Telah Berlalu 6 Suasana Ujian Nasional 22-26 Maret 2010 di SMAN 1 Teluk Kuantan Kab.Kuantan Singingi

Ujian Nasional yang dilaksanakan Tanggal 22-26 Maret 2010 Tingkat SLTA di Kuansing dan Seluruh Indonesia terlihat berjalan lancar, walaupun ada juga permasalahan yang terjadi daerah luar Kuansing.

Pengalaman Perdana Saya untuk mengawas (Pengawas) Ujian Nasional 2010, yang pada saat itu saya mendapat tugas untuk mengawas silang ke SMAN 1 Teluk Kuantan Kab.Kuansing. Dengan sedikit merasa tegang dan rasa menjaga untuk tidak berbuat setegas dan “sekejam dalam mengawas. Saya berusaha untuk menjadi seorang sahabat atau keluarga mereka (siswa) dalam suasana kelas. Agar siswa tidak merasa grogi atau merasa “terusik” dengan diawasi, karena saya beranggapan kepada siswa tersebut, bahwa siswa itu mampu untuk melakukan Ujian Nasional secara baik dan berkualitas.

Disaat hari pertama saya masuk untuk mengawas, mereka memberikan sejuta senyuman yang merekah dan penuh keikhlasan, lalu dilanjutkan untuk menyalami saya dan satu orang guru, yang setiap hari saya bergantian pasangan untuk menjadi pengawas.

Senin s/d Jumat saya melihat mereka menjalani dengan “cara” mereka sendiri dan penuh percaya diri mengisi lembar jawaban Ujian Nasional (LJUN). Apapun yang akan dihasilkan oleh mereka saya yakin mereka akan mencapai hasil yang terbaik. Walaupun secara jujur saya tidak pernah setuju Ujian Nasional terus dilaksanakan dan dijalani pemerintah dengan cara sistem penilaian seperti yang ada. Ujian Nasional bagi saya adalah “pembunuhan” hak asasi kepada guru untuk menilai secara objektif dan subjektif. Kita ambil contoh; seorang juara dan tidak menjalani proses pembelajaran selama tiga (3) tahun dengan penuh semangat dan ikhlas. Namun apa yang terjadi disaat Ujian Nasional didepan mata, seorang Juara dan tidak mengalami tekanan mental dan psikis, sehingga proses yang dijalani selama tiuga tahun, dintentukan beberapa hari (5 Hari) untuk menuju kesuksesan yaitu Lulus Ujian Nasioanal. Ini yang namanya “pembunuhan” hak guru untuk menilai siswa secara utuh. Karena guru tahu bagaimana kemampuan siswanya selama 3 tahun. Bukan pemerintah yang memberi menilai yang tidak tahu menahu kualitas siswa tersebut.

Malang dan riskannya sistem pendidikan saat ini, sejak saya sekolah dulu sistem Uian Nasional tidak ada, namun sejak 2004 (kalo nga salah) Ujian Nasional dilaksanakan, yang katanya (pemerintah) untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Namun tidak memperhatikan psikis (kejiwaan) dan proses. Karena pendidikan yang dijalani dilihat dari Proses proses dan proses bagaimana pondidikan itu berjalan, dan yang menjalankan tentunya guru dan siswa.

Semoga Pemerintah bisa mengkoreksi sistem Ujian Nasional yang membuat “ketakutan” dan momok bagi siswa dan guru saat ini. Namun saya pun setuju sekali bila Ujian Nasional terus berjalan namun yang perlu dirubah sistem penilaian dan kelulusan yang ditentukan pemerintah yang patut penilaiannya dikembalikan oleh pihak sekolah dan guru. Salam Pendidikan Indonesia!!!

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: