Skip to content

Seni Musik Kayat Budaya Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing)

30 April 2010

Kayat Asal katanya dari kata hikayat. Dimana Oleh orang kuansing pada saat itu hikayat ini ( kayat) di ceritakan dalam bentuk sebuah irama lagu yang khas.. Dan di iringi dengan pukulan gendang yang khas pula. Dulu yang sangat di kenal masyarakat sebagai pelantun kayat adalah ” Jumat “. Tak satupun masyarakat pada zaman itu yang tidak menyukainya. Selain kecakapannya dalam menyusun kata kata, dia juga sangat piawai dalam memainkan gendang. Pada zaman itu kayat ini selalu mengisahkan tentang cerita perkembangan islam, cerita – cerita perjalanan nabi muhammad SAW dalam mengembangkan ajaran Islam.

Namun Seiring perkembangan zaman, kayatpun mulai bergeser dari sebelumnya. Yang semula kayat ini di iringi gendang saja, sekarang menjadi bertambah satu jenis alat musik lagi yaitu biola. Biola adala instrument pengiring syair kayat. Bisa anda bayangkan, Masyarakat awam yang tak pernah mengenal sekolah tentang musik bisa memainkan alat import seperti biola dengan cara meraka sendiri dan dengan tehnik mereka sendiri. Sungguh menciptakan karya yang unik dan sangat khas,

Dan Kayat yang semula adalah kisah atau cerita yang di lantunkan nyanyikan, Sekarang berubah menjadi bait – bait pantun yang bertanya dan menjawab. Tak jarang dalam pertunjukannya pantun sengaja di arahkan pada penonton, hingga terjadi interaksi antara penonton dan pekayat tersebut. hal ini akan menciptakan suasana yang gembira. Jika penasaran silahkan anda kunjungi kuantan singingi.

Namun sebuah kenyataan pahit dan sangat memprihatinkan dengan apa yang terjadi sekarang. Ber angsur – angsur kayat ini ditinggalkan oleh pewarisnya sendiri. Siapa mereka yang beruntung dapat warisan ini. Yah… tentu kita sebagai generasi baru. Mungkin di pengaruhi dengan kata – kata ” GAUL ” anak muda sekarang seakan enggan bahkan terkesan malu untuk masuk ke dunia tradisional. Mereka lebih memilih produk – produk luar. Ini sangat membahayakan kelansungan budaya kita. Mungkin jika generasi yang saat ini masih bisa memainkan kayat secara baik sudah tiada, maka hilang pulalah warisan turun temurun daerah ini. Tidak ada lagi milik kita yang bisa kita banggakan. Banggakan saja milik orang lain. Source: dularoy

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: